Pertama-tama kita patut memanjatkan
puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Pengasih, karena
perkenan dan penyertaan-Nya kita dapat berkumpul di tempat
ini dengan selamat - penuh sukacita. Meskipun kita nadir
dari berbagai sudut tanah air ini, namun kesetiaan dan yang
mengiringi langkah umat-Nya telah mengantar kita semua untuk
hadir bersama-sama ia mengikuti acara peresmian Gedung Aula
Institut Theologia Aletheia (ITA) di tempat ini.
Saya sangat berbahagia dapat
berada di tengah-tengah saudara-saudara karena adanya komitmen
yang sama, yaitu untuk turut bersama-sama berjuang melalui
bidang pendidikan agar banyak orang diperlengkapi dan ditingkatkan
pengetahuannya tentang pendidikan keagamaan yang sangat
berguna dalam kehidupan orang-orang beriman.
Saudara-saudara yang dikasihi
Tuhan,
Peresmian Aula gedung ITA
ini saya anggap penting bukan sekedar memenuhi persyaratan
formal sebuah gedung ITA yang baru selesai sehingga terkesan
hanya seremonial, simbolik belaka. Tetapi marilah kita memakai
selesainya pembangunan dan diresmikannya gedung Aula ITA
Lawang hari ini sebagai bagian upaya Gereja-gereja Pendukung
dan Yayasan ITA untuk mewujudkan berbagai program jemaat
dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam
melakukan tugas-tugas pelayanan yang berakumulasi pada peningkatan
iman dan perilaku umat Kristen.
Pembangunan sebuah lembaga
pendidikan keagamaan memang sangat kita rasakan penting.
Pertama karena pendidikan itu sendiri adalah kekuatan (power)
yang mampu mengatasi dan menyelesaikan berbagai masalah
kehidupan manusia, yang dalam era globalisasi seperti sekarang
ini dihadapkan dengan persaingan yang semakin ketat. Kedua
karena pendidikan teologi menggantang makna ganda, yaitu
berusaha untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi
dan menguasai hal-hal yang bersifat spiritual sebagai terapi
bagi berbagai kemelut yang timbul dari aktivitas duniawi
(profan). Disamping itu esensi utama pendidikan keagamaan/teologi
adalah membawa umat manusia menuju "salvasi eternal"
(keselamatan kekal) dengan mengaktualisasikan dan mengkontekstualisasikan
pesan-pesan firman Tuhan sehingga makna dan nilai-nilai
Kristiani dapat menjadi nyata, difahami, dihayati dan diamalkan
dengan hati nurani yang murni.
Hal yang perlu kita hayati
bersama, terutama bagi Saudara-saudara yang berkecimpung
di dunia pendidikan secara langsung, adalah pertanggungjawaban
atas kualitas lulusan dan penjaminan mutu (quality assurance)
melalui proses pembelajaran. Di Indonesia ada lebih dari
200 sekolah tinggi teologi. Semua sekolah tinggi ini sedang
bergulat untuk memacu dirinya "going to the next level
of quality". Peningkatan kualitas memang tidak ada
kata berhenti. Usaha untuk mendongkrak kualitas pendidikan
termasuk di dalamnya kualitas lulusan mengandung sejumlah
komponen yang saling terkait dan saling mengisi. Komponen
pertama adalah hardware, meliputi gedung sekolah, ruang
kelas, laboratorium, perpustakaan, peralatan praktikum,
dll Komponen kedua adalah software, yang mencakup kurikulum,
silabus, program pengajaran, sistem pembelajaran, sistem
penjaminan mutu, evaluasi dll. Komponen ketiga adalah brainware,
yang meliputi guru, dosen, murid, mahasiswa, orang-tua murid,
orang tua mahasiswa, rektor, ketua perguruan tinggi, dekan,
ketua jurusan, ketua program, dan siapapun yang terkait
dengan proses pendidikan. Komponen keempat adalah netware,
yang berkaitan dengan jaringan dan kerja sama kemitraan,
baik antar-pendidik (guru, dosen) dengan Lembaga pendidikan,
maupun antar lembaga pendidikan dengan lembaga pemerintah
dan swasta yang mendukungnya atau dengan lembaga yang mampu
mengupgrade tenaga pendidik. Komponen kelima adalah dataware,
yang mencakup jumlah peserta didik (siswa/mahasiswa), jumlah
tenaga pendidik (guru/dosen), pemetaan dan pelacakan lulusan,
asal pendidikan tenaga pendidik, kapan mulai mengajar, berapa
lama sudah mengajar, kapan mengikuti penataran, catatan
tentang minat utama atau keahlian, dll. Pengelolaan sebuah
lembaga pendidikan apa pun, tidak bisa menghindarkan diri
dari pengelolahan ke lima komponen ini.
Lancar tidaknya proses pembelajaran,
tinggi-rendahnya kualitas lulusan diminati atau kurang diminatinya
sebuah lembaga pendidikan, sangat tergantung pada pengelolahan
ke lima komponen ini. Kita bersyukur karena hari ini salah
satu dari sub-komponen hardware, yaitu gedung Aula bagi
Institut Theologia Aletheia sudah tersedia. Dari Gedung
inilah diharapkan akan dilengkapi dengan wares (perangkat-perangkat)
lain yang akan melahirkan para pemikir besar, para peneliti,
para teolog, para praktisi, ahli agama dan para pendidik
yang berkualitas.
Saudara-saudara yang dikasihi
Tuhan, demikianlah sambutan kami, selamat menggunakan gedung
aula yang baru, sebagai tempat yang pasti akan lebih mendukung
kegiatan pendidikan keagamaan kepada umat tetapi juga mampu
mempersiapkan generasi masyarakat Indonesia yang lebih berkualitas
baik iman, pengetahuan, perilaku dan wawasan kebangsaan.
Tuhan memberkati.
Jakarta, 23 Agustus
2007