•  Sekilas Sejarah ITA
•  Rektor-Rektor ITA
•  Panitia Persiapan Institut Alkitab GKT
•  Sambutan Bupati
•  Sambutan Dirjen BIMAS Kristen
•  Foto Kegiatan
•  Foto Pembangunan
   
 


ITA > Sekilas Sejarah ITA

 
SAMBUTAN DIREKTUR JENDRAL
BIMBINGAN DAN MASYARAKAT KRISTEN DEPARTEMEN AGAMA RI
PADA ACARA PERESMIAN AULA INSTITUT THEOLOGIA ALETHEIA (ITA)
PADA TANGGAL 23 AGUSTUS 2007 DI LAWANG
=========================================
 

Pertama-tama kita patut memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Pengasih, karena perkenan dan penyertaan-Nya kita dapat berkumpul di tempat ini dengan selamat - penuh sukacita. Meskipun kita nadir dari berbagai sudut tanah air ini, namun kesetiaan dan yang mengiringi langkah umat-Nya telah mengantar kita semua untuk hadir bersama-sama ia mengikuti acara peresmian Gedung Aula Institut Theologia Aletheia (ITA) di tempat ini.

Saya sangat berbahagia dapat berada di tengah-tengah saudara-saudara karena adanya komitmen yang sama, yaitu untuk turut bersama-sama berjuang melalui bidang pendidikan agar banyak orang diperlengkapi dan ditingkatkan pengetahuannya tentang pendidikan keagamaan yang sangat berguna dalam kehidupan orang-orang beriman.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,

Peresmian Aula gedung ITA ini saya anggap penting bukan sekedar memenuhi persyaratan formal sebuah gedung ITA yang baru selesai sehingga terkesan hanya seremonial, simbolik belaka. Tetapi marilah kita memakai selesainya pembangunan dan diresmikannya gedung Aula ITA Lawang hari ini sebagai bagian upaya Gereja-gereja Pendukung dan Yayasan ITA untuk mewujudkan berbagai program jemaat dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam melakukan tugas-tugas pelayanan yang berakumulasi pada peningkatan iman dan perilaku umat Kristen.

Pembangunan sebuah lembaga pendidikan keagamaan memang sangat kita rasakan penting. Pertama karena pendidikan itu sendiri adalah kekuatan (power) yang mampu mengatasi dan menyelesaikan berbagai masalah kehidupan manusia, yang dalam era globalisasi seperti sekarang ini dihadapkan dengan persaingan yang semakin ketat. Kedua karena pendidikan teologi menggantang makna ganda, yaitu berusaha untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan menguasai hal-hal yang bersifat spiritual sebagai terapi bagi berbagai kemelut yang timbul dari aktivitas duniawi (profan). Disamping itu esensi utama pendidikan keagamaan/teologi adalah membawa umat manusia menuju "salvasi eternal" (keselamatan kekal) dengan mengaktualisasikan dan mengkontekstualisasikan pesan-pesan firman Tuhan sehingga makna dan nilai-nilai Kristiani dapat menjadi nyata, difahami, dihayati dan diamalkan dengan hati nurani yang murni.

Hal yang perlu kita hayati bersama, terutama bagi Saudara-saudara yang berkecimpung di dunia pendidikan secara langsung, adalah pertanggungjawaban atas kualitas lulusan dan penjaminan mutu (quality assurance) melalui proses pembelajaran. Di Indonesia ada lebih dari 200 sekolah tinggi teologi. Semua sekolah tinggi ini sedang bergulat untuk memacu dirinya "going to the next level of quality". Peningkatan kualitas memang tidak ada kata berhenti. Usaha untuk mendongkrak kualitas pendidikan termasuk di dalamnya kualitas lulusan mengandung sejumlah komponen yang saling terkait dan saling mengisi. Komponen pertama adalah hardware, meliputi gedung sekolah, ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, peralatan praktikum, dll Komponen kedua adalah software, yang mencakup kurikulum, silabus, program pengajaran, sistem pembelajaran, sistem penjaminan mutu, evaluasi dll. Komponen ketiga adalah brainware, yang meliputi guru, dosen, murid, mahasiswa, orang-tua murid, orang tua mahasiswa, rektor, ketua perguruan tinggi, dekan, ketua jurusan, ketua program, dan siapapun yang terkait dengan proses pendidikan. Komponen keempat adalah netware, yang berkaitan dengan jaringan dan kerja sama kemitraan, baik antar-pendidik (guru, dosen) dengan Lembaga pendidikan, maupun antar lembaga pendidikan dengan lembaga pemerintah dan swasta yang mendukungnya atau dengan lembaga yang mampu mengupgrade tenaga pendidik. Komponen kelima adalah dataware, yang mencakup jumlah peserta didik (siswa/mahasiswa), jumlah tenaga pendidik (guru/dosen), pemetaan dan pelacakan lulusan, asal pendidikan tenaga pendidik, kapan mulai mengajar, berapa lama sudah mengajar, kapan mengikuti penataran, catatan tentang minat utama atau keahlian, dll. Pengelolaan sebuah lembaga pendidikan apa pun, tidak bisa menghindarkan diri dari pengelolahan ke lima komponen ini.

Lancar tidaknya proses pembelajaran, tinggi-rendahnya kualitas lulusan diminati atau kurang diminatinya sebuah lembaga pendidikan, sangat tergantung pada pengelolahan ke lima komponen ini. Kita bersyukur karena hari ini salah satu dari sub-komponen hardware, yaitu gedung Aula bagi Institut Theologia Aletheia sudah tersedia. Dari Gedung inilah diharapkan akan dilengkapi dengan wares (perangkat-perangkat) lain yang akan melahirkan para pemikir besar, para peneliti, para teolog, para praktisi, ahli agama dan para pendidik yang berkualitas.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, demikianlah sambutan kami, selamat menggunakan gedung aula yang baru, sebagai tempat yang pasti akan lebih mendukung kegiatan pendidikan keagamaan kepada umat tetapi juga mampu mempersiapkan generasi masyarakat Indonesia yang lebih berkualitas baik iman, pengetahuan, perilaku dan wawasan kebangsaan. Tuhan memberkati.

Jakarta, 23 Agustus 2007

Alamat Kampus dan Asrama:
Jl. Argopuro 28-34 (PO BOX 100) Lawang 65211 Jatim-Indonesia
Telpon: 0341-426617; 0341-426571
Faximile: 0341-426971
E-mail: admin@ital.ac.id