Nama
  Lokasi
  Kepercayaan Azaz dan Tujuan
  Status Organisasi
  Pernyataan Doktriner
  Sketsa Sejarah dan Pertumbuhan ITA
  Pendanaan
  Masa Orientasi dan Kehidupan Kampus
  Fasilitas Kampus
  Pelayanan Bidang Literatur
  Penempatan Setelah Tamat
  Mitra ITA
  Mitra ITA (english)



ITA > Informasi Umum

Informasi Umum

A. Nama

Institut Theologia Aletheia (ITA)

Ijin Penyelenggaraan Program : Nomor DJ.III/Kep/HK/.00.5/17/2009

ITA juga menjadi anggota dari : Persekutuan Sekolah-Sekolah Theologia di Indonesia (PERSETIA); Persekutuan Sekolah-Sekolah Theologia Injili (PASTI); Associate Member, Asia Theological Association (ATA) (go top)

B. Lokasi

ITA terletak di kota Lawang - Jatim, 71 km di sebelah selatan kota Surabaya atau 18 km di sebelah utara kota Malang. Kota Lawang, yang berada di ketinggian 450 m di atas permukaan laut, adalah kota yang sejuk dan berpanorama indah dengan dikelilingi oleh gunung-gunung seperti gunung Semeru, gunung Panderman dan gunung Arjuna. Luas areal kampus ITA + 15.000 m yang dilengkapi dengan berbagai bangunan untuk sarana pendidikan, telah memberikan kesan yang segar dan luas untuk kehidupan dan aktivitas mahasiswa.

Lokasi ini beralamat di Jln. Argopuro 28-34, P.O. Box 100, Telepon (0341) 426617 - 426571, Fax (0341) 426971. Lawang-65211, Jatim - Indonesia. E-mail : admin@ital.ac.id  (go top)

C. Kepercayaan, Azas dan Tujuan

1. Kepercayaan

a. Institut Theologia Aletheia mengaku dan percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat serta Kepala Gereja, juga Sumber kebenaran dan hidup sesuai dengan Firman Allah dalam Alkitab (Matius 16:18; Yohanes 14:6; I Korintus 3:11; Efesus 4:15)

b. Institut Theologia Aletheia mengaku dan percaya bahwa seluruh Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, adalah Firman Allah yang tanpa salah, yang diilhamkan Roh Kudus dan yang menjadi standar bagi kepercayaan dan kehidupan orang Kristen (II Timotius 3:15-17)

c. Institut Theologia Aletheia berpegang pada dogma historis dari gereja Injili yang mengacu pada theologia Reformatoris.

2. Azas

Di bawah terang kepercayaan tersebut di atas, ITA berazaskan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

3. Tujuan

Institut Theologia Aletheia bertujuan :

a. Mengemban Amanat Agung Tuhan Yesus sebagaimana tercantum dalam Matius 28:19-20.

b. Mempersiapkan dan membentuk manusia Kristen Indonesia yang bertanggung jawab atas tugas dan panggilan Allah dalam Yesus Kristus seperti yang tertulis dalam Alkitab serta ikut bertanggung jawab dalam membangun manusia Indonesia yang seutuhnya.

c. Untuk maksud tersebut di atas, ITA mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, ketrampilan dan kecakapan serta dedikasi untuk memangku jabatan dan tugas sebagai gembala jemaat, guru agama, dan tenaga pembina kerohanian yang mampu mengaplikasikan dan mengembangkan ilmu theologia. (go top)

D. Status Organisasi :

Institut Theologia Aletheia didirikan dan diasuh oleh Sinode Gereja Kristus Tuhan (GKT) yang berkedudukan di Malang. Sinode GKT membentuk Departemen Pendidikan Theologia untuk mengelola ITA, sedangkan untuk mengepalai tugas pelayanan Akademik dan Administrasi sehari-hari ditunjuk seorang Rektor dan beberapa Pembantu Rektor. Meskipun didirikan oleh Sinode GKT, ITA terbuka bagi anggota-anggota gereja lain yang diutus oleh gereja tersebut atau yang bersifat perorangan. (go top)

E. Pernyataan Doktriner :

1. Kami percaya, bahwa seluruh Alkitab, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, adalah Firman yang diilhamkan Allah tanpa salah, secara mutlak dapat dipercaya, dan merupakan otoritas tertinggi dan terakhir dalam hal iman maupun kehidupan.

2. Kami percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, keberadaan-Nya dari kekal sampai kekal, sebagai Tiga Oknum, Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus, Pencipta dan Pemelihara alam semesta dengan segala isinya.

3. Kami percaya kepada Yesus Kristus, Anak Allah yang Tunggal, yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh anak dara Maria, sebagai Allah yang sejati dan Manusia yang sejati dalam satu Oknum, tak dapat dipisahkan dan tak bercampur baur.

4. Kami percaya kepada Roh Kudus, Oknum ke tiga dari Allah Tritunggal, setara dan bekerja sama dengan Allah Bapa dan Allah Anak untuk keselamatan manusia. Ia aktif di dalam karya keselamatan, kehidupan dan pelayanan gerejani. Tinggal di dalam diri dan memenuhi orang-orang yang percaya sebagai sumber kekuatan untuk menuntut kehidupan yang suci dan penuh kemenangan.

5. Kami percaya, bahwa manusia diciptakan menurut rupa dan gambar Allah. Semua manusia telah jatuh ke dalam dosa di dalam Adam, sehingga manusia harus mengalami kematian badani dan rohani, yaitu terpisah dari Allah dan kehilangan kemuliaan Allah. Manusia memerlukan keselamatan dari Tuhan.

6. Kami percaya, bahwa keselamatan dari Tuhan diperoleh karena anugerah Allah melalui iman. Mereka yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, dilahirkan kembali oleh Roh Kudus dan menjadi anak-anak Allah.

7. Kami percaya, bahwa Yesus Kristus mati bagi dosa kita, sesuai dengan Firman Tuhan dalam Alkitab, sebagai korban pengganti kita. Barangsiapa yang percaya kepada-Nya, atas dasar darah yang Ia curahkan, akan memperoleh pembenaran.

8. Kami percaya kebangkitan Tuhan Yesus Kristus secara badani pada hari yang ketiga, dan setelah kebangkitan-Nya, Ia naik ke surga duduk di sebelah kanan Allah Bapa, sebagai Imam Besar dan Pembela kita.

9. Kami percaya bahwa Yesus Kristus akan datang kembali bersama-sama dengan umat pilihan-Nya, untuk menyatakan kerajaan-Nya dalam kuasa dan kemulian serta menghakimi dunia dengan kebenaran dan keadilan.

10. Kami percaya kebangkitan secara badani dari orang-orang yang percaya dan yang tidak percaya. Mereka yang percaya akan memperoleh hidup dan kebahagiaan yang kekal, sedangkan mereka yang tidak percaya akan mendapat hukuman yang kekal.

11. Kami percaya, bahwa gereja adalah kumpulan orang-orang yang telah dilahirkan kembali oleh Roh Kudus. Mereka dijadikan satu tubuh dengan Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja.

12. Kami percaya, bahwa gereja dan setiap orang yang telah dilahirkan kembali, diberi amanat agung untuk memberitakan Injil keselamatan kepada setiap insan di seluruh dunia. (go top)

F. Sketsa Sejarah Dan Pertumbuhan ITA

Gereja Kristus Tuhan, yang dahulu dikenal dengan nama Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee, Klasis Jawa Timur, terbentuk sekitar tahun 1900. GKT merupakan suatu gereja yang unik ditengah-tengah orang-orang Tionghoa perantauan. Namun dalam perkembangan selanjutnya, dimensi pelayanannya mulai diperluas bukan saja untuk orang-orang Tionghoa, tetapi juga untuk semua orang, sehingga pada Sidang Umum 1968 nama Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee Klasis Jatim diubah menjadi Sinode Gereja Kristus Tuhan.

Dalam Sidang Klasis GKT 1967 dibahas perlunya GKT mendirikan sebuah Sekolah Theologia, untuk melatih pemuda pemudi yang terpanggil oleh Tuhan untuk pelayanan di GKT. Karena pada waktu itu

GKT merasa bahwa kebutuhan pelayan di GKT tak terpenuhi, sedangkan tuaian begitu banyak. Maka pada Sidang Sinode 1968 diputuskan berdirinya sebuah Sekolah Alkitab.

Atas rahmat Tuhan, maka pada tanggal 12 Pebruari 1969 Sinode GKT di bawah pimpinan Tua-Tua Ko Twan Tjhing, Bapak Singgih Lukito Setiawan, Bapak Yakobus Halim, Bapak Pdt. Josep Tong; secara resmi membuka Institut Theologia Aletheia (Aletheia adalah kata Yunani yang berarti Kebenaran), dengan Rektor pertamanya Pdt. Baring L. Yang, BD., dan Dekan pertamanya Pdt. Josep Tong.

Keduanya bersama-sama dengan Pdt. Philip Wangsa adalah Dosen-dosen ITA yang pertama. Pada awalnya, ITA memiliki bangunan bertingkat dua di jalan Argopuro 32 dan sebuah Asrama Putra di jalan Argopuro 28, kemudian rumah di jalan Argopuro 30, 33 dan 34. Pada bulan Maret 1987, ITA mulai membangun Asrama Putra bertingkat dua di jalan Argopuro 28 dengan kapasitas 36 buah kamar. Pembangunan kemudian dilanjutkan dengan pembangunan aula dan perpustakaan. Kenyataan ini membuktikan bahwa Tuhan menyertai ITA dan selalu memberkati ITA.

Sejak berdirinya pada tahun 1969 sampai saat ini ITA telah menghasilkan banyak tamatan yang melayani di ITA, jemaat-jemaat GKT dan di gereja-gereja sahabat antara lain: Gereja Kristus Jakarta, GKI, GSPII, GPIB, GKMI, GKKB, GEPEMBRI, GKKA, Gereja Amin, GSRI, GKIN, GIA, Gereja Kristen Karunia, Gereja PPIK, GKJMB, Gepekris, GKKK, GKA, GPMII, GKI Sulsel, GMIM, GMIT, GPDI, GBI, GKJTU, Gereja Eleos dan lain-lain. Selain itu, ada juga yang melayani di lembaga-lembaga Kristen, lembaga-lembaga pendidikan umum dan theologia. Alumni-alumninya ada yang melanjutkan studi ke luar negeri, antara lain ke USA, Canada, Korea, Hongkong, Singapore, Taiwan, Australia dan Selandia Baru. Beberapa diantaranya telah kembali dan akan kembali untuk membantu pelayanan di ITA sebagai tenaga dosen. Salah seorang diantaranya adalah Pdt.Kornelius A. Setiawan yang saat ini menjabat sebagai Rektor ke-3 ITA. ITA yang didirikan atas kehendak Tuhan, meskipun harus mengalami pergumulan-pergumulan pada usianya yang relatif masih muda ini, atas berkat dan pemeliharaan Tuhan, masih terus bertumbuh menjadi besar dan lebih dewasa. Semoga ITA dipakai oleh Tuhan untuk menggemakan aletheia-Nya (kebenaran-Nya). (go top)

G. Pendanaan

1. Biaya Operasional

Kebutuhan biaya operasional didukung oleh persembahan dari jemaat-jemaat di dalam lingkungan Sinode Gereja Kristus Tuhan dan persembahan dari gereja-gereja sahabat lainnya serta dari orang-orang Kristen yang digerakkan oleh Tuhan.

2. Uang asrama dan administrasi

Setiap mahasiswa yang dididik dan dilatik di ITA mendapat subsidi dana pendidikan, sehingga tidak dipungut uang kuliah. Sedangkan untuk biaya kehidupan di asrama, setiap mahasiswa dikenakan uang asrama setiap bulan dan uang administrasi setiap semester yang jumlahnya ditetapkan oleh pihak ITA.

3. Beasiswa

Selain subsidi pendidikan, melalui Departemen Pendidikan Theologia Sinode Gereja Kristus Tuhan, ITA menyediakan beasiswa penuh atau sebagian. Beasiswa penuh ialah uang asrama dan uang saku, sedangkan beasiswa sebagian adalah beasiswa yang disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa.

Syarat-Syarat Untuk Memperoleh Beasiswa :

a. Beasiswa hanya dapat diberikan pada tahun ke dua (semester 3) dan mahasiswa harus mengajukan permohonan kepada pihak ITA melalui Purek III.

b. Beasiswa hanya dapat diberikan kepada mahasiswa yang menujukkan prestasi akademis dengan IP minimal 2.5 dan kualitas kehidupan dengan nilai kelakuan minimal 80.

c. Beasiswa hanya diberikan kepada mereka yang sungguh-sungguh mengalami kesulitan biaya karena tidak mendapat dukungan tetap dari keluarga atau gereja. Mahasiswa penerima beasiswa penuh tidak dibenarkan untuk memohon dan menerima beasiswa lain baik dari pribadi maupun dari gereja atau yayasan.

d. Beasiswa dapat diberikan penuh atau sebagian. Sedangkan uang administrasi menjadi tanggung jawab mahasiswa.

e. Bagi mahasiswa yang diutus gereja tetapi membutuhkan beasiswa, maka gereja pengutus harus mengajukan permohonan beasiswa, tersebut. Sedangkan bagi mereka yang tidak diutus gereja, maka orang tua/wali yang harus mengajukannya.

f. Karena mahasiswa mendapatkan subsidi pendidikan dan atau beasiswa, maka setelah wisuda harus bersedia ditempatkan oleh ITA. Penempatan ini akan di pertimbangkan berdasarkan kebutuhan gereja pendukung dan gereja-gereja yang bekerja sama dengan ITA. Apabila setelah wisuda mahasiswa tersebut tidak dapat memenuhi ketentuan ini, maka ia harus bersedia mengembalikan dana subsidi pendidikan dan atau beasiswa yang diterimanya untuk mendukung mahasiswa lain yang membutuhkan.

g. Beasiswa diberikan untuk satu tahun akademis, maka mahasiswa harus mengajukan permohonan beasiswa sebelum tahun ajaran yang baru selambat-lambatnya bulan April. Beasiswa untuk tahun ajaran berikutnya dapat diberikan apabila mahasiswa dapat memenuhi persyaratan yang ditentukan.

h. Bantuan beasiswa ini akan dihentikan apabila mahasiswa yang bersangkutan terkena tindakan indisipliner atau diskualifikasi dari sekolah. (go top)

H. Masa Orientasi Dan Kehidupan Kampus

1. Masa Orientasi Dan Pembukaan Semester

Pada awal tahun akademik, ITA mengadakan masa orientasi untuk mahasiswa-mahasiswa baru agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan kehidupan di ITA. Sedangkan pada setiap awal semester, ITA mengadakan kebaktian penyegaran rohani dan ceramah khusus dengan tujuan untuk memberikan bekal rohani bagi seluruh mahasiswa ITA.

2. Kebaktian Dan Persekutuan Doa

Kegiatan kampusAsrama Putra setiap harinya juga diisi dengan jadual Kebaktian dan persekutuan Doa yang diatur oleh ITA agar mahasiswa mempunyai persekutuan dengan Tuhan.

3. Studi

Kuliah diberikan mulai hari Senin sampai dengan Jumat. Waktu untuk kuliah pagi tersedia empat jam dan kuliah sore juga empat jam dengan waktu-waktu istirahat diantaranya. Setiap Malam, mahasiswa harus melakukan studi mandiri yang jadwal dan tempatnya ditetapkan oleh ITA.

4. Pembimbingan.

Untuk menolong mahasiswa dalam menghadapi problema, baik yang menyangkut pergumulan rohani, masalah pribadi dan masalah akademis, Staf Dosen akan memberikan bimbingan kepada mahasiswa, baik secara pribadi maupun kelompok.

5. Kegiatan Dan Praktek Mahasiswa.

ITA mengkoordinir dan mengarahkan kegiatan mahasiswa di dalam pelayanan, baik pelayanan ke dalam maupun ke luar. Kegiatan itu antara lain penerbitan majalah "Gema Aletheia", pementasan Panggung Boneka, pelayanan paduan suara, vokal group dan kelompok-kelompok khusus. Para mahasiswa tingkat II ke atas pada setiap pertengahan bulan Juni hingga pertengahan bulan Agustus ditugaskan untuk belajar dan memperoleh pengalaman dibidang penggembalaan, pendidikan Kristen dan Pekabaran Ijil.

Mahasiswa yang telah menyelesaikan tingkat III akan ditugaskan untuk praktek selama satu tahun di gereja-gereja dan lembaga-lembaga Kristen. Selain pelayanan-pelayanan tersebut diatas pada avent-avent tertentu mahasiswa juga diarahkan dalam pelayanan sosial ke Panti Asuhan, Panti Jompo, Lembaga Pemasyarakatan dan lain-lain.

6. Pelayanan Dan Kesaksian

Mahasiswa wajib menggunakan hari Sabtu dan Minggu untuk memberikan pelayanan dan kesaksian secara pribadi. Di samping itu, ITA juga akan mengkoordinir pelayanan akhir pekan mahasiswa di gereja-gereja dan lembaga-lembaga Kristen.

7. Laporan Bulanan

Untuk mengikuti perkembangan pribadi mahasiswa, maka setiap mahaiswa wajib menyerahkan laporan bulanan yang berkenan dengan kehidupan rohani, pelayanan dan akademis. Laporan ini menjadi acuan dalam untuk proses pembimbingan mahasiswa.

8. Tata Tertib Asrama.

Untuk membentuk kepribadian dan menjaga ketertiban serta keserasian hidup mahasiswa yang datang dari berbagai latar belakang, maka setiap mahasiswa wajib dengan sikap yang dewasa memenuhi tata tertib kampus yang telah ditetapkan. Pihak ITA berhak meminta mahasiswa untuk mengundurkan diri jika yang bersangkutan melakukan pelanggaran tata tertib dan tidak memperbaiki kelakuannya setelah diperingatkan beberapa kali. ITA juga berhak meminta mahasiswa mengundurkan diri juka dipandang kesehatannya tidak memungkinkan untuk mengikuti pendidikan di ITA. (go top)

I. Fasilitas Kampus

1. Asrama

ITA menyediakan asrama untuk mahasiswa yang belum berkeluarga. Mahasiswa yang telah berkeluarga bebas tinggal di sekitar kampus dan ITA dapat membantu memberikan informasi tentang perumahan di sekitar kampus.

2. Balai Kesehatan Masyarakat.

ITA telah mendirikan Balai Kesehatan Masyarakat untuk melayani kesehatan mahasiswa dan masyarakat umum.

3. Sarana Olah Raga.

Selain menyediakan sarana untuk pendidikan akademis ITA juga menyediakan sarana untuk menunjang kesehatan jasmani, antara lain: tenis meja, bulu tangkis, volley, sepak bola, sepeda gunung, dll.

4. Perpustakaan

ITA menyediakan perpustakaan yang saat ini memiliki kurang lebih 30.000 jilid buku dan bermacam-macam jurnal baik dari dalam maupun dari luar negeri. Perpustakaan ini terus dikembangkan secara intensif, baik jumlah maupun mutunya. Setiap mahasiswa didorong untuk memanfaatkan buku-buku yang tersedia agar lebih memperdalam dan memperluas pengetahuan selama studi di ITA. <go to perpustakaan>

5. Komputer

Untuk meningkatkan administrasi, kegiatan akademis dan perpustakaan, maka sejak beberapa tahun terakhir ini, ITA telah melaksanakan sistem komputerisasi terpadu. Sampai saat ini ITA telah memiliki 20 Unit Komputer yang jumlahnya akan dikembangkan terus. (go top)

J. Pelayanan Di Bidang Literatur

Sebagai sumbangsihnya dalam bidang literatur, ITA mendirikan Aletheia Press yang akan menerbitkan buku-buku Theologia, Jurnal Theologia Aletheia serta Buletin Aletheia. Disamping itu, ITA juga menerbitkan Majalah Gema Aletheia yang dikelola oleh mahasiswa. (go top)

K. Penempatan Setelah Tamat.

Pada prinsipnya, semua mahasiswa mendapat subsidi pendidikan dari ITA selama masa studi mereka, sehingga mahasiswa mempunyai keterikatan dengan ITA berkenaan dengan ladang pelayanan setelah lulus pendidikan. Dalam penentuan ladang pelayanan setelah wisuda, ada tiga kategori:

1. Mahasiswa yang berstatus pribadi dan tidak memiliki ikatan dengan gereja asalnya, penempatan pelayanan untuk tiga tahun pertama diatur oleh ITA.

2. Mahasiswa yang mempunyai ikatan dengan gereja pengutus dan menerima beasiswa dari gereja tersebut atau dari ITA, akan diutus oleh ITA untuk melayani di gereja pengutus.

3. Mahasiswa yang menerima beasiswa dari ITA dapat diutus oleh ITA untuk melayani ladang-ladang pelayanan di lingkungan Sinode GKT untuk jangka waktu dua periode (enam tahun). (go top)

Alamat Kampus dan Asrama:
Jl. Argopuro 28-34 (PO BOX 100) Lawang 65211 Jatim-Indonesia
Telpon: 0341-426617; 0341-426571
Faximile: 0341-426971
E-mail: admin@ital.ac.id