B.
Lokasi
ITA
terletak di kota Lawang - Jatim, 71 km di sebelah selatan kota Surabaya
atau 18 km di sebelah utara kota Malang. Kota Lawang, yang berada
di ketinggian 450 m di atas permukaan laut, adalah kota yang sejuk
dan berpanorama indah dengan dikelilingi oleh gunung-gunung seperti
gunung Semeru, gunung Panderman dan gunung Arjuna. Luas areal kampus
ITA + 15.000 m yang dilengkapi dengan berbagai bangunan untuk
sarana pendidikan, telah memberikan kesan yang segar dan luas untuk
kehidupan dan aktivitas mahasiswa.
Lokasi
ini beralamat di Jln. Argopuro 28-34, P.O. Box 100, Telepon (0341)
426617 - 426571, Fax (0341) 426971. Lawang-65211, Jatim - Indonesia.
E-mail : admin@ital.ac.id
(go
top)
C.
Kepercayaan, Azas dan Tujuan
1.
Kepercayaan
a.
Institut Theologia Aletheia mengaku dan percaya bahwa Yesus Kristus
adalah Tuhan dan Juru Selamat serta Kepala Gereja, juga Sumber
kebenaran dan hidup sesuai dengan Firman Allah dalam Alkitab (Matius
16:18; Yohanes 14:6; I Korintus 3:11; Efesus 4:15)
b.
Institut Theologia Aletheia mengaku dan percaya bahwa seluruh
Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, adalah Firman Allah
yang tanpa salah, yang diilhamkan Roh Kudus dan yang menjadi standar
bagi kepercayaan dan kehidupan orang Kristen (II Timotius 3:15-17)
c.
Institut Theologia Aletheia berpegang pada dogma historis dari
gereja Injili yang mengacu pada theologia Reformatoris.
2.
Azas
Di
bawah terang kepercayaan tersebut di atas, ITA berazaskan Pancasila
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
3.
Tujuan
Institut
Theologia Aletheia bertujuan :
a.
Mengemban Amanat Agung Tuhan Yesus sebagaimana tercantum dalam
Matius 28:19-20.
b.
Mempersiapkan dan membentuk manusia Kristen Indonesia yang bertanggung
jawab atas tugas dan panggilan Allah dalam Yesus Kristus seperti
yang tertulis dalam Alkitab serta ikut bertanggung jawab dalam
membangun manusia Indonesia yang seutuhnya.
c.
Untuk maksud tersebut di atas, ITA mempersiapkan sumber daya manusia
yang memiliki pengetahuan, ketrampilan dan kecakapan serta dedikasi
untuk memangku jabatan dan tugas sebagai gembala jemaat, guru
agama, dan tenaga pembina kerohanian yang mampu mengaplikasikan
dan mengembangkan ilmu theologia. (go
top)
D.
Status Organisasi :
Institut
Theologia Aletheia didirikan dan diasuh oleh Sinode Gereja Kristus
Tuhan (GKT) yang berkedudukan di Malang. Sinode
GKT membentuk Departemen Pendidikan Theologia untuk mengelola ITA,
sedangkan untuk mengepalai tugas pelayanan Akademik dan Administrasi
sehari-hari ditunjuk seorang Rektor dan beberapa Pembantu Rektor.
Meskipun didirikan oleh Sinode GKT, ITA terbuka bagi anggota-anggota
gereja lain yang diutus oleh gereja tersebut atau yang bersifat
perorangan. (go
top)
E.
Pernyataan Doktriner :
1.
Kami percaya, bahwa seluruh Alkitab, Perjanjian Lama dan Perjanjian
Baru, adalah Firman yang diilhamkan Allah tanpa salah, secara mutlak
dapat dipercaya, dan merupakan otoritas tertinggi dan terakhir dalam
hal iman maupun kehidupan.
2.
Kami percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, keberadaan-Nya dari kekal
sampai kekal, sebagai Tiga Oknum, Allah Bapa, Allah Putra dan Allah
Roh Kudus, Pencipta dan Pemelihara alam semesta dengan segala isinya.
3.
Kami percaya kepada Yesus Kristus, Anak Allah yang Tunggal, yang
dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh anak dara Maria, sebagai
Allah yang sejati dan Manusia yang sejati dalam satu Oknum, tak
dapat dipisahkan dan tak bercampur baur.
4.
Kami percaya kepada Roh Kudus, Oknum ke tiga dari Allah Tritunggal,
setara dan bekerja sama dengan Allah Bapa dan Allah Anak untuk keselamatan
manusia. Ia aktif di dalam karya keselamatan, kehidupan dan pelayanan
gerejani. Tinggal di dalam diri dan memenuhi orang-orang yang percaya
sebagai sumber kekuatan untuk menuntut kehidupan yang suci dan penuh
kemenangan.
5.
Kami percaya, bahwa manusia diciptakan menurut rupa dan gambar Allah.
Semua manusia telah jatuh ke dalam dosa di dalam Adam, sehingga
manusia harus mengalami kematian badani dan rohani, yaitu terpisah
dari Allah dan kehilangan kemuliaan Allah. Manusia memerlukan keselamatan
dari Tuhan.
6.
Kami percaya, bahwa keselamatan dari Tuhan diperoleh karena anugerah
Allah melalui iman. Mereka yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai
Tuhan dan Juru Selamat, dilahirkan kembali oleh Roh Kudus dan menjadi
anak-anak Allah.
7.
Kami percaya, bahwa Yesus Kristus mati bagi dosa kita, sesuai dengan
Firman Tuhan dalam Alkitab, sebagai korban pengganti kita. Barangsiapa
yang percaya kepada-Nya, atas dasar darah yang Ia curahkan, akan
memperoleh pembenaran.
8.
Kami percaya kebangkitan Tuhan Yesus Kristus secara badani pada
hari yang ketiga, dan setelah kebangkitan-Nya, Ia naik ke surga
duduk di sebelah kanan Allah Bapa, sebagai Imam Besar dan Pembela
kita.
9.
Kami percaya bahwa Yesus Kristus akan datang kembali bersama-sama
dengan umat pilihan-Nya, untuk menyatakan kerajaan-Nya dalam kuasa
dan kemulian serta menghakimi dunia dengan kebenaran dan keadilan.
10.
Kami percaya kebangkitan secara badani dari orang-orang yang percaya
dan yang tidak percaya. Mereka yang percaya akan memperoleh hidup
dan kebahagiaan yang kekal, sedangkan mereka yang tidak percaya
akan mendapat hukuman yang kekal.
11.
Kami percaya, bahwa gereja adalah kumpulan orang-orang yang telah
dilahirkan kembali oleh Roh Kudus. Mereka dijadikan satu tubuh dengan
Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja.
12.
Kami percaya, bahwa gereja dan setiap orang yang telah dilahirkan
kembali, diberi amanat agung untuk memberitakan Injil keselamatan
kepada setiap insan di seluruh dunia. (go
top)
F.
Sketsa Sejarah Dan Pertumbuhan ITA
Gereja
Kristus Tuhan, yang dahulu dikenal dengan nama Tiong Hoa Kie Tok
Kauw Hwee, Klasis Jawa Timur, terbentuk sekitar tahun 1900. GKT
merupakan suatu gereja yang unik ditengah-tengah orang-orang Tionghoa
perantauan. Namun dalam perkembangan selanjutnya, dimensi pelayanannya
mulai diperluas bukan saja untuk orang-orang Tionghoa, tetapi juga
untuk semua orang, sehingga pada Sidang Umum 1968 nama Tiong Hoa
Kie Tok Kauw Hwee Klasis Jatim diubah menjadi Sinode Gereja Kristus
Tuhan.
Dalam
Sidang Klasis GKT 1967 dibahas perlunya GKT mendirikan sebuah Sekolah
Theologia, untuk melatih pemuda pemudi yang terpanggil oleh Tuhan
untuk pelayanan di GKT. Karena pada waktu itu
GKT
merasa bahwa kebutuhan pelayan di GKT tak terpenuhi, sedangkan tuaian
begitu banyak. Maka pada Sidang Sinode 1968 diputuskan berdirinya
sebuah Sekolah Alkitab.
Atas
rahmat Tuhan, maka pada tanggal 12 Pebruari 1969 Sinode GKT di bawah
pimpinan Tua-Tua Ko Twan Tjhing, Bapak Singgih Lukito Setiawan,
Bapak Yakobus Halim, Bapak Pdt. Josep Tong; secara resmi membuka
Institut Theologia Aletheia (Aletheia adalah kata Yunani yang berarti
Kebenaran), dengan Rektor pertamanya Pdt. Baring L. Yang, BD., dan
Dekan pertamanya Pdt. Josep Tong.
Keduanya
bersama-sama dengan Pdt. Philip Wangsa adalah Dosen-dosen ITA yang
pertama. Pada awalnya, ITA memiliki bangunan bertingkat dua di jalan
Argopuro 32 dan sebuah Asrama Putra di jalan Argopuro 28, kemudian
rumah di jalan Argopuro 30, 33 dan 34. Pada bulan Maret 1987, ITA
mulai membangun Asrama Putra bertingkat dua di jalan Argopuro 28
dengan kapasitas 36 buah kamar. Pembangunan kemudian dilanjutkan
dengan pembangunan aula dan perpustakaan. Kenyataan ini membuktikan
bahwa Tuhan menyertai ITA dan selalu memberkati ITA.
Sejak
berdirinya pada tahun 1969 sampai saat ini ITA telah menghasilkan
banyak tamatan yang melayani di ITA, jemaat-jemaat GKT dan di gereja-gereja
sahabat antara lain: Gereja Kristus Jakarta, GKI, GSPII, GPIB, GKMI,
GKKB, GEPEMBRI, GKKA, Gereja Amin, GSRI, GKIN, GIA, Gereja Kristen
Karunia, Gereja PPIK, GKJMB, Gepekris, GKKK, GKA, GPMII, GKI Sulsel,
GMIM, GMIT, GPDI, GBI, GKJTU, Gereja Eleos dan lain-lain. Selain
itu, ada juga yang melayani di lembaga-lembaga Kristen, lembaga-lembaga
pendidikan umum dan theologia. Alumni-alumninya ada yang melanjutkan
studi ke luar negeri, antara lain ke USA, Canada, Korea, Hongkong,
Singapore, Taiwan, Australia dan Selandia Baru. Beberapa diantaranya
telah kembali dan akan kembali untuk membantu pelayanan di ITA sebagai
tenaga dosen. Salah seorang diantaranya adalah Pdt.Kornelius A.
Setiawan yang saat ini menjabat sebagai Rektor ke-3 ITA. ITA yang
didirikan atas kehendak Tuhan, meskipun harus mengalami pergumulan-pergumulan
pada usianya yang relatif masih muda ini, atas berkat dan pemeliharaan
Tuhan, masih terus bertumbuh menjadi besar dan lebih dewasa. Semoga
ITA dipakai oleh Tuhan untuk menggemakan aletheia-Nya (kebenaran-Nya).
(go
top)
G.
Pendanaan
1.
Biaya Operasional
Kebutuhan
biaya operasional didukung oleh persembahan dari jemaat-jemaat di
dalam lingkungan Sinode Gereja Kristus Tuhan dan persembahan dari
gereja-gereja sahabat lainnya serta dari orang-orang Kristen yang
digerakkan oleh Tuhan.
2.
Uang asrama dan administrasi
Setiap
mahasiswa yang dididik dan dilatik di ITA mendapat subsidi dana
pendidikan, sehingga tidak dipungut uang kuliah. Sedangkan untuk
biaya kehidupan di asrama, setiap mahasiswa dikenakan uang asrama
setiap bulan dan uang administrasi setiap semester yang jumlahnya
ditetapkan oleh pihak ITA.
3.
Beasiswa
Selain
subsidi pendidikan, melalui Departemen Pendidikan Theologia Sinode
Gereja Kristus Tuhan, ITA menyediakan beasiswa penuh atau sebagian.
Beasiswa penuh ialah uang asrama dan uang saku, sedangkan beasiswa
sebagian adalah beasiswa yang disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa.
Syarat-Syarat
Untuk Memperoleh Beasiswa :
a.
Beasiswa hanya dapat diberikan pada tahun ke dua (semester 3)
dan mahasiswa harus mengajukan permohonan kepada pihak ITA melalui
Purek III.
b.
Beasiswa hanya dapat diberikan kepada mahasiswa yang menujukkan
prestasi akademis dengan IP minimal 2.5 dan kualitas kehidupan
dengan nilai kelakuan minimal 80.
c.
Beasiswa hanya diberikan kepada mereka yang sungguh-sungguh mengalami
kesulitan biaya karena tidak mendapat dukungan tetap dari keluarga
atau gereja. Mahasiswa penerima beasiswa penuh tidak dibenarkan
untuk memohon dan menerima beasiswa lain baik dari pribadi maupun
dari gereja atau yayasan.
d.
Beasiswa dapat diberikan penuh atau sebagian. Sedangkan uang administrasi
menjadi tanggung jawab mahasiswa.
e.
Bagi mahasiswa yang diutus gereja tetapi membutuhkan beasiswa,
maka gereja pengutus harus mengajukan permohonan beasiswa, tersebut.
Sedangkan bagi mereka yang tidak diutus gereja, maka orang tua/wali
yang harus mengajukannya.
f.
Karena mahasiswa mendapatkan subsidi pendidikan dan atau beasiswa,
maka setelah wisuda harus bersedia ditempatkan oleh ITA. Penempatan
ini akan di pertimbangkan berdasarkan kebutuhan gereja pendukung
dan gereja-gereja yang bekerja sama dengan ITA. Apabila setelah
wisuda mahasiswa tersebut tidak dapat memenuhi ketentuan ini,
maka ia harus bersedia mengembalikan dana subsidi pendidikan dan
atau beasiswa yang diterimanya untuk mendukung mahasiswa lain
yang membutuhkan.
g.
Beasiswa diberikan untuk satu tahun akademis, maka mahasiswa harus
mengajukan permohonan beasiswa sebelum tahun ajaran yang baru
selambat-lambatnya bulan April. Beasiswa untuk tahun ajaran berikutnya
dapat diberikan apabila mahasiswa dapat memenuhi persyaratan yang
ditentukan.
h.
Bantuan beasiswa ini akan dihentikan apabila mahasiswa yang bersangkutan
terkena tindakan indisipliner atau diskualifikasi dari sekolah.
(go
top)
H.
Masa Orientasi Dan Kehidupan Kampus
1.
Masa Orientasi Dan Pembukaan Semester
Pada
awal tahun akademik, ITA mengadakan masa orientasi untuk mahasiswa-mahasiswa
baru agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan kehidupan di
ITA. Sedangkan pada setiap awal semester, ITA mengadakan kebaktian
penyegaran rohani dan ceramah khusus dengan tujuan untuk memberikan
bekal rohani bagi seluruh mahasiswa ITA.
2.
Kebaktian Dan Persekutuan Doa
Kegiatan
kampusAsrama Putra setiap harinya juga diisi dengan jadual Kebaktian
dan persekutuan Doa yang diatur oleh ITA agar mahasiswa mempunyai
persekutuan dengan Tuhan.
3.
Studi
Kuliah
diberikan mulai hari Senin sampai dengan Jumat. Waktu untuk kuliah
pagi tersedia empat jam dan kuliah sore juga empat jam dengan waktu-waktu
istirahat diantaranya. Setiap Malam, mahasiswa harus melakukan studi
mandiri yang jadwal dan tempatnya ditetapkan oleh ITA.
4.
Pembimbingan.
Untuk
menolong mahasiswa dalam menghadapi problema, baik yang menyangkut
pergumulan rohani, masalah pribadi dan masalah akademis, Staf Dosen
akan memberikan bimbingan kepada mahasiswa, baik secara pribadi
maupun kelompok.
5.
Kegiatan Dan Praktek Mahasiswa.
ITA
mengkoordinir dan mengarahkan kegiatan mahasiswa di dalam pelayanan,
baik pelayanan ke dalam maupun ke luar. Kegiatan itu antara lain
penerbitan majalah "Gema Aletheia", pementasan Panggung
Boneka, pelayanan paduan suara, vokal group dan kelompok-kelompok
khusus. Para mahasiswa tingkat II ke atas pada setiap pertengahan
bulan Juni hingga pertengahan bulan Agustus ditugaskan untuk belajar
dan memperoleh pengalaman dibidang penggembalaan, pendidikan Kristen
dan Pekabaran Ijil.
Mahasiswa
yang telah menyelesaikan tingkat III akan ditugaskan untuk praktek
selama satu tahun di gereja-gereja dan lembaga-lembaga Kristen.
Selain pelayanan-pelayanan tersebut diatas pada avent-avent tertentu
mahasiswa juga diarahkan dalam pelayanan sosial ke Panti Asuhan,
Panti Jompo, Lembaga Pemasyarakatan dan lain-lain.
6.
Pelayanan Dan Kesaksian
Mahasiswa
wajib menggunakan hari Sabtu dan Minggu untuk memberikan pelayanan
dan kesaksian secara pribadi. Di samping itu, ITA juga akan mengkoordinir
pelayanan akhir pekan mahasiswa di gereja-gereja dan lembaga-lembaga
Kristen.
7.
Laporan Bulanan
Untuk
mengikuti perkembangan pribadi mahasiswa, maka setiap mahaiswa wajib
menyerahkan laporan bulanan yang berkenan dengan kehidupan rohani,
pelayanan dan akademis. Laporan ini menjadi acuan dalam untuk proses
pembimbingan mahasiswa.
8.
Tata Tertib Asrama.
Untuk
membentuk kepribadian dan menjaga ketertiban serta keserasian hidup
mahasiswa yang datang dari berbagai latar belakang, maka setiap
mahasiswa wajib dengan sikap yang dewasa memenuhi tata tertib kampus
yang telah ditetapkan. Pihak ITA berhak meminta mahasiswa untuk
mengundurkan diri jika yang bersangkutan melakukan pelanggaran tata
tertib dan tidak memperbaiki kelakuannya setelah diperingatkan beberapa
kali. ITA juga berhak meminta mahasiswa mengundurkan diri juka dipandang
kesehatannya tidak memungkinkan untuk mengikuti pendidikan di ITA.
(go
top)
I.
Fasilitas Kampus
1.
Asrama
ITA
menyediakan asrama untuk mahasiswa yang belum berkeluarga. Mahasiswa
yang telah berkeluarga bebas tinggal di sekitar kampus dan ITA dapat
membantu memberikan informasi tentang perumahan di sekitar kampus.
2.
Balai Kesehatan Masyarakat.
ITA
telah mendirikan Balai Kesehatan Masyarakat untuk melayani kesehatan
mahasiswa dan masyarakat umum.
3.
Sarana Olah Raga.
Selain
menyediakan sarana untuk pendidikan akademis ITA juga menyediakan
sarana untuk menunjang kesehatan jasmani, antara lain: tenis meja,
bulu tangkis, volley, sepak bola, sepeda gunung, dll.
4.
Perpustakaan
ITA
menyediakan perpustakaan yang saat ini memiliki kurang lebih 30.000
jilid buku dan bermacam-macam jurnal baik dari dalam maupun dari
luar negeri. Perpustakaan ini terus dikembangkan secara intensif,
baik jumlah maupun mutunya. Setiap mahasiswa didorong untuk memanfaatkan
buku-buku yang tersedia agar lebih memperdalam dan memperluas pengetahuan
selama studi di ITA. <go to perpustakaan>
5.
Komputer
Untuk
meningkatkan administrasi, kegiatan akademis dan perpustakaan, maka
sejak beberapa tahun terakhir ini, ITA telah melaksanakan sistem
komputerisasi terpadu. Sampai saat ini ITA telah memiliki 20 Unit
Komputer yang jumlahnya akan dikembangkan terus. (go
top)
J.
Pelayanan Di Bidang Literatur
Sebagai
sumbangsihnya dalam bidang literatur, ITA mendirikan Aletheia Press
yang akan menerbitkan buku-buku Theologia, Jurnal Theologia Aletheia
serta Buletin Aletheia. Disamping itu, ITA juga menerbitkan Majalah
Gema Aletheia yang dikelola oleh mahasiswa. (go
top)
K.
Penempatan Setelah Tamat.
Pada
prinsipnya, semua mahasiswa mendapat subsidi pendidikan dari ITA
selama masa studi mereka, sehingga mahasiswa mempunyai keterikatan
dengan ITA berkenaan dengan ladang pelayanan setelah lulus pendidikan.
Dalam penentuan ladang pelayanan setelah wisuda, ada tiga kategori:
1.
Mahasiswa yang berstatus pribadi dan tidak memiliki ikatan dengan
gereja asalnya, penempatan pelayanan untuk tiga tahun pertama
diatur oleh ITA.
2.
Mahasiswa yang mempunyai ikatan dengan gereja pengutus dan menerima
beasiswa dari gereja tersebut atau dari ITA, akan diutus oleh
ITA untuk melayani di gereja pengutus.
3.
Mahasiswa yang menerima beasiswa dari ITA dapat diutus oleh ITA
untuk melayani ladang-ladang pelayanan di lingkungan Sinode GKT
untuk jangka waktu dua periode (enam tahun).
(go top)